Hindari 4 Makanan Pemicu Batu Ginjal – Batu ginjal adalah batu yang terdiri dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia. Ini terbentuk ketika kalsium bertemu dengan bahan kimia seperti oksalat atau fosfor dalam urin. Ketika dicampur, zat-zat ini kemudian menjadi sangat pekat yang berangsur-angsur mengeras.

Hindari 4 Makanan Pemicu Batu Ginjal

Batu ginjal juga bisa disebabkan oleh penumpukan asam urat yang disebabkan oleh metabolisme protein. Seseorang yang sudah memiliki batu ginjal harus lebih jeli dalam memilih makanan. Pasalnya, ada beragam makanan yang bisa memperparah batu ginjal.

Jika Anda tidak ingin memiliki batu ginjal, Anda harus membatasi konsumsi makanan berikut:

  1. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam akan meningkatkan kadar natrium dalam tubuh. Ternyata, kadar natrium yang tinggi dapat meningkatkan penumpukan kalsium dalam urin. Oleh karena itu, tambahkan garam ke dalam makanan Anda dalam jumlah sedang dan selalu periksa label pada makanan olahan untuk melihat berapa banyak natrium yang dikandungnya. Makanan cepat saji juga tinggi garam. Jadi, sebaiknya hindari makan makanan cepat saji terlalu sering untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

  1. Batasi Protein Hewani

Protein hewani sangat baik dan dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sumber protein hewani, seperti daging merah, babi, ayam, unggas, ikan, dan telur justru meningkatkan jumlah asam urat. Makan protein dalam jumlah besar juga dapat mengurangi zat kimia dalam urin yang disebut sitrat. Tugas sitrat adalah mencegah pembentukan batu ginjal. Alternatif protein hewani yang bisa Anda coba antara lain quinoa, tahu, hummus, biji chia, dan yogurt Yunani.

  1. Makanan Tinggi Oksalat

Makanan tinggi oksalat dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Bagi penderita batu ginjal, sangat dianjurkan untuk mengurangi atau menghindari makanan yang tinggi oksalat sepenuhnya. Jika ingin mengonsumsi makanan yang mengandung oksalat, sebaiknya dibarengi dengan makan atau minum sumber kalsium. Ini akan membantu oksalat mengikat kalsium selama pencernaan, sebelum dapat mencapai ginjal. Contoh makanan tinggi oksalat termasuk coklat, bit, kacang-kacangan, teh, ubi jalar, dan bayam.

  1. Makanan Tinggi Gula

Penambahan gula yang termasuk dalam makanan dan minuman olahan juga bisa memicu terbentuknya batu ginjal. Perhatikan jumlah gula yang Anda konsumsi dalam makanan olahan, seperti kue, buah, minuman ringan, dan jus. Anda juga perlu memperhatikan label makanan yang mengandung tambahan gula.

Biasanya, label menggunakan nama lain untuk gula seperti sirup jagung, fruktosa, madu, agave nektar, sirup beras merah, dan gula tebu. Juga hindari minum terlalu banyak minuman bersoda. Karena minuman bersoda tinggi fosfat, bahan kimia lain yang bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Tips Diet untuk Mencegah Batu Ginjal

Selain pola makan, risiko batu ginjal meningkat jika Anda memiliki riwayat keluarga batu ginjal. Jika Anda ingin mencegah penyakit ini berkembang, berikut beberapa tips diet yang harus Anda coba:

  • Minumlah setidaknya dua belas gelas air setiap hari.
  • Minum jus jeruk.
  • Makan makanan kaya kalsium setiap kali makan, setidaknya tiga kali sehari.
  • Batasi asupan protein hewani.
  • Gunakan garam dan gula sesuai selera.
  • Kurangi konsumsi produk makanan olahan yang tinggi garam dan gula.
  • Batasi makanan dan minuman tinggi oksalat dan fosfat.
  • Hindari makan atau minum apa pun yang membuat Anda dehidrasi, seperti alkohol.

Batu ginjal ditandai dengan sering buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil. Terkadang rasa sakit juga menjalar ke pinggang, perut bagian bawah atau samping, dan selangkangan. Jumlah urine yang dikeluarkan juga cenderung sedikit atau tidak keluar sama sekali. Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter. Sebelum berkunjung ke rumah sakit, lebih praktis membuat janji temu dan bertanya seputar harga medical check up di  rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi kesehatan.